HomeSekilas PagaralamWALIKOTA SECARA RESMI MEMBUKA ACARA SOSIALISASI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA)

WALIKOTA SECARA RESMI MEMBUKA ACARA SOSIALISASI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA)

PAGAR ALAM – Buka Sosialisasi Pembelajaran Keluarga, Walikota Tekankan Soal Pola Asuh

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pagar Alam Rachma Hareni Noor Alpian secara resmi membuka acara sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Aula SDN 74 Kota Pagar Alam, pada Selasa pagi (06/06/2023).

Kegiatan ini merupakan kegiatan advokasi kebijakan dan pendampingan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas keluarga tingkat daerah Kabupaten/Kota, yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Pagar Alam.

Dalam sambutannya, Walikota Alpian lebih menekankan mengenai pola asuh terhadap anak yang baik, sebab dari pola asuh anak dengan baik sejak dini bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak dimasa yang akan datang.

“Anak adalah harapan orang tua, harapan masa depan keluarga bahkan bangsa, anak perlu diperhatikan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna untuk masa depan. Sehingga harus dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar pada saat mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan,” sampai Walikota.

Pola asuh yang baik tersebut, lanjut Walikota Alpian, akan menjadikan anak yang berkepribadian kuat, tidak mudah putus asa serta bertanggungjawab dalam menghadapi kehidupan.

Selain itu, Walikota juga menambahkan bahwa kualitas keluarga sebagai pemenuhan hak pengasuhan bagi anak merupakan pelaksanaan komitmen setelah pemerintah meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) dan diintegrasikan dalam era otonomi daerah melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang telah dirintis sejak tahun 2006 dan KLA telah direvitalisasi tahun 2010.

“Oleh karena itu, Pusat Pembelajaran Keluarga merupakan One Step Services atau layanan satu pintu keluarga berbasis hak anak yang dilakukan oleh tenaga profesi atau psikolog, untuk memberikan solusi atau jalan keluar bagi orang tua, anak dan keluarga dalam menghadapi permasalahan dengan langkah pertama yaitu pencegahan,” pungkasnya.(Humas Diskominfo)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments